27 Januari 2009
cerita cinta
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 1 buah
PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
Posted by: Thu Jan 15, 2009 6:25 pm (PST)
PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik
dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan
pergi
kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian
mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang
kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah
romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2
seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan
makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja
makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang
terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan
anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku
menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.
Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,
dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena
sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang
perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha,
temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar
indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2
waktu
berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh
pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang
lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,
Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang
akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang
mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu
dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada
Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari
bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai
sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan
komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,
ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di
RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,
karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa
dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau
makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus
mengajak
Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah
habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang
terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku
yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih
sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.
Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku
buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang
kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
begitu
manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan
ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali
lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak
dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka,
hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya
keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka
password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat
tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
*Dear Meisha,*
*Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada
Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,
karena dia ibu dari anak2ku.*
*Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu,
tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak
menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2
terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak
sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku
menikahinya.*
*Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
tumbuh
dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*
*Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik
orang
lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.
Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat
Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan
selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi
tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada
tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you
are the only one in my heart.*
*yours,*
*Mario*
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru
berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan
menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap
hari
untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor
untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak
pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku
terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu
terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia
memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang
perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia
tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan
aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan
melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
Biarlah
dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu,
aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan
Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman
itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" *Mario, suamiku….*
*Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja
dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu
yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin
memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan
tidak
memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan
menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan
banyak
pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau
melakukan apa saja untukku…..*
*Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor
dulu
yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*
*Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa
kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi
istriku ?"*
*Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.*
*Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah
wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*
*Istrimu,*
*Rima"*
*D*i surat yang lain,
*"………Kehadiran perempuan itu itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi
sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat
cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh
cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"*
Disurat yang kesekian,
*"…….Aku bersumpah, akan an membuatmu jatuh cinta padaku.*
*Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,
aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku
belajar
masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi
boros,
dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku
selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu,
untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu
jika
engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat
engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….*
*Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap
berusaha dan menantinya…….."*
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
*"…………..Hari ini ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.
Tahun
lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,
karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin
aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup,
karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai
motor.*
*Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak
sakit.*
*Tahukah engkau suamiku,*
*Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9
tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari
matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"* e=3>
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.
Aku
tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang
itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu
menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama
menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan
tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya ya terlontar, Tante….. aku melihatnya
masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk uk
Meisha
dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan
sakit
di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
membacanya.
*Dear Meisha,*
*Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2
dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh
basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku
baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai
bergetar….
Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*
*Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan
besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil
mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena
dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku…..*
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah
terjadi, Mario. *Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika
seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*
Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in
peace...)
--
Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That's why it's called "present".
__._,_.___
(read more ...)21 Januari 2009
: the real love :
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 1 buahKapan Cinta pantas dikatakan ...???
Oleh : Dede Farhan Aulawi
Hari itu, Jum'at tanggal...Juli 1989. Saya berangkat dari Tasikmalaya ke
Bandung untuk mencari tempat kost sehubungan dengan telah dekatnya masa
awal perkuliahan. Kebetulan sehari sebelumnya, alhamdulillah saya sudah
melihat pengumuman kelulusan untuk kuliah di salah satu PTN di Bandung.
Rasa syukur
dan semangat selalu menyertaiku. Sebagai alumnus SMAN 1
Tasikmalaya, Allah SWT telah memberiku kesempatan untuk menimba pendidikan
lebih lanjut di kota Bandung.
Setibanya di terminal bis Cicaheum, saya naik angkot dan berhenti di
sekitar Gasibu - Gedung Sate untuk mencari tempat kost-an, karena konon di
sana mudah sekali untuk mendapatkan tempat kost-an. Setelah berjalan
menyisir gang demi gang tuk mencari tempat kost yang murah dan terjangkau,
akhirnya kutemukan salah satu tempat kost.
Tempat kost tersebut merupakan sebuah rumah yang memiliki 3 kamar. Setiap
kamar rata - rata diisi oleh 2 atau 3 orang. Tentu kurang begitu nyaman
karena merasa tidak ada privacy, tapi saat itu belum saatnya bicara
privacy karena yang penting bisa mendapat tempat berteduh yang murah.
Akhirnya saya sekamar bertiga. Mulanya merasa sangat canggung karena
mereka adalah mahasiswa senior yang sebentar lagi lulus. Sementara
saya
adalah mahasiswa baru yang baru kemarin sore melepaskan seragam putih abu.
Tentu banyak suka duka yang telah dilewati pada masa ini. Tapi ada satu
hal yang cukup menarik untuk saya ceritakan.
Salah seorang kakak kelasku bercerita bahwa hidup harus memiliki prinsip,
cita - cita, dan kesungguhan berjuang dan berkorban. Awalnya saya kurang
memahami maksud kalimat tersebut, karena kelihatan terlalu filosofis dan
teoritis.
Suatu malam dia (sebut saja namanya "X") berkata :
X : " De, saya menaksir temen seangkatan yang sangat cantik sekali (sebut
saja namanya "Y"). Orangnya sangat cantik dan pintar. Dan tolong kamu
menjadi saksi, aku ingin berjuang dan memiliki cintanya".
De : "Iya mas...,saya turut mendukung saja semoga cita - cita Mas
terkabul. Tapi kalau boleh tahu, saya ingin lihat fotonya donk ?"
X : Boleh..,neh ada. Kebetulan aku pernah mencabutnya dari majalah dinding
saat berlangsung ospek masa
lalu".
Begitu lihat fotonya, aku bergumam wah ini memang cewek yang sangat cantik
sekali sekelas artis tercantik era 89-90 an. Tapi...,masa iya sech cewek
secantik dia, akan mau memberikan cintanya sama senior saya ini. Maaf,
dalam hati waktu itu saya berfikir apakan senior saya ini ngak ngukur
diri, siapa dia, wajahnya bagaimana, kondisi hidupnya pas - pasan, dan
IPK-nya pun tepat di garis kemiskinan, alias 2,75...he he he.
Si X mungkin bisa menangkap sinyal bahasa tubuh saya ketika saya
mengernyitkan dahi.
X : "De..,hidup itu adalah perjuangan untuk menggapai cita - cita. Tidak
ada yang tak mungkin dalam hidup ini, selama kita mau memperjuangkannya
sungguh - sungguh. Allah itu Maha Tahu. Tahu persis apa yang kita inginkan
dan kita perjuangkan ".
Dari hari ke hari dia sering cerita kepada saya. Ya mungkin semacam
progress report-lah he he he..., lalu setelah setahun, saya pindah kost-an
ke tempat
yang mendekati kampus, dan cukup lama tak mendengar kabarnya
lagi.
2 tahun kemudian saya berjumpa kembali di salah satu pusat perbelanjaan di
kota Bandung dengan X dan istrinya. Dan ternyata cita - cita dia berhasil
serta hidup bahagia. Esok harinya dia janjian denganku untuk ketemu dan
berbagi cerita.
Bukan di sudut cafe kami bicara, tapi di suatu pojok di tukang pecel lele
yang menjadi langganan di jalan Dipati Ukur.
X : De..,jangan mengira saya bisa menikahinya dengan gampang. Semua
mengikuti alur perjalanan yang sangat berliku, penuh kerikil tajam, dan
curam mencekam.
Setiap dia datang ke kampus yang selalu diantar sama supir pribadinya,
maka saat ia bukakan pintu, saya selalu memayunginya. Baik hari lagi panas
ataupun hujan. Dia sebenarnya sering menolak dan merasa risih dengan sikap
saya ini. Dia merasa sangat malu, apalagi beberapa temen kampus yang
kebetulan melihatnya, sering tertawa terbahak -
bahak dan
menyorakinya....Sebagian ada yang mencibirku sebagai laki - laki yang tak
memiliki cermin. Cermin untuk melihat siapa dirinya ?
Cibiran ini yang sering memacuku menjadi pendorong agar saya tidak pernah
putus asa. Bahkan cewek ini pernah mencibirku juga, sebagai laki - laki
yang tak tahu malu, dan lebih ekstrim menggapku sebagai lelaki gila.
Sebenarnya aku ingin berkata," sesungguhnya aku juga malu, tapi aku hanya
ingin kau tahu, bahwa aku sangat menyayangi dan mencintaimu. Tak
kuperkenankan ada seberkas pun cahaya mentari yang menyengat kulitmu, dan
ku tak tega ada setetes ujan yang membasahi badanmu. Aku kepanasan dan
kehujanan tak mengapa, asal aku dapat pastikan bahwa kau tak kepanasan dan
tak kehujanan.
De : "Wah...,cerita yang sangat romantis sekali Mas. Terus..."
X : "Suatu hari saya tanya - tanya alamat dia, karena saya ingin
berkunjung ke rumahnya. Dan akhirnya dari data kampus kuperoleh
alamat dia
di jalan Cipaganti. Wah...,sempet kecut juga, karena siapa yang gak tau
daerah Cipaganti. Itu kan daerahnya warga kelas I di Bandung. Dan setelah
naik turun angkot, akhirnya kutemukan rumahnya. Saat bel rumah kupijit,
yang keluar adalah pembantunya.
Pembantu : Maaf Mas, Mas ini siapa dan mau ke siapa serta ada keperluan apa ?
X : Saya temen kuliahnya "Y", dan saya ingin ketemu dengannya, ...ya
sekedar ngobrol - ngobrol aja".
Pembantu : "Sebentar ya Mas, saya sampaikan dulu sama Non Y...".
Y : "Mau ngapain kamu kesini ? Tak puas ya kamu permalukan saya di kampus
atas sikap tolol mu itu. Sebenarnya mau kamu apa seh ? Asal kamu tahu
bahwa saya sudah memiliki tunangan yang sangat kaya, tampan dan pintar.
Tidak miskin dan bodoh kaya kamu. Jadi sesekali bercermin donk...."
X tentunduk diam...,pedih hati-nya menerima berondongan pertanyaan seperti
itu, karena dia juga manusia biasa. Sebenarnya hati-nya
ingin menjerit tuk
meneriakan "Aku sangat menyintaimu...", nuraniku ingin
mengunmandangkan,
"...sungguh aku sangat menyayangimu...". Biar seisi dunia tahu, bahwa
memang benar - benar sangat menyayangi dan mencintainya. Tapi apalah
daya-nya, dia tak memiliki keberanian untuk itu. Dan akhirnya diapun
dihardiknya untuk pulang. Sangat jelas saat itu bagaimana telunjuk Y
mengusir si X ini....
Sesampai di rumah X bercermin, apa memang dirinya sangat jelek sehingga
sangat tidak layak tuk menyayangi Y. Ditatap raut wajahnya dengan pesimis,
tapi dia beruntung karena gelora cintanya turus membakar jiwa memberi
kehangatan dan sekaligus semangat untuk terus berjuang...., bahwa tidak
ada kebahagian yang diperoleh dengan mudah dan murah. Mungkin ada temen
mahasiswanya yang beranggapan bahwa dia mendekati Y karena hartanya,
padahal dia benar - benar tulus tuk persembahkan segumpal hatinya dengan
sebongkah kesetiaan dan
niat tuk menikahinya.
Sekian lama X merenung...dan waktu terus berjalan...
Cukup lama X tidak bertemu Y, sampai suatu waktu X menerima kabar bahwa Y
memang sudah lama gak kuliah karena menderita penyakit yang sulit
disembuhkan. Meskipun berbagai alternatif medis telah dilakukan ke
mancanegara, dan akhirnya semua para ahli kesehatan angkat tangan. Semua
keluarga telah pasrah. Pihak rumah sakit hanya mengatakan bahwa
probabilitas sembuh bisa meningkat jika ada seseorang yang rela
menyumbangkan salah satu organ tubuhnya untuk Y. Tentu saja anggota
keluarga yang lain bingung, karena bagi mereka kalau diminta sumbangan 50
- 100 juta gak masalah, tapi kalau harus menyumbangkan organ tubuh tunggu
dulu, mengingat resiko kematianpun akan menghantui bagi si penyumbangnya.
Di tengah kemelut duka yang menghiasi salah satu istana di sudut jalan
Cipaganti itu, tiba - tiba dering telpon berbunyi. Dering itu datang
dari
suatu rumah sakit, yang mengatakan bahwa rumah sakit telah memperoleh
organ tubuh yang cocok dengan karakteristik fisiologi yang diperlukan. Dan
akhirnya Nona Y bisa berangsur - angsur pulih. Semua keluarganyapun
bahagia sekali karena bisa menatap kembali senyum bahagia dari puteri
tercintanya.
Selanjutnya pihak keluarga menghubungi rumah sakit tuk menanyakan siapa
orang yang telah mendonorkan organ pentingnya. Disamping ingin mengucapkan
terima kasih, tentu juga ingin membalas budi baik tersebut dengan uang
berapapun ia minta, termasuk kalau ia minta rumah dan mobil yang dijalan
Cipaganti itu. Pihak rumah sakit tidak memberi kabar, karena pihak
mendonor minta dirahasiakan identitasnya. Tidak setitikpun ia punya niat
mendonorkan karena ingin uang dan harta.
Sekitar 6 bulan setelah itu, anehnya bapaknya Y mengalami gejala yang
sama. Ia sakit menderita, dan akhirnya perlu donor organ seperti di
atas.
Kembali ada seseorang yang mendonorkan dengan identitas disembunyikan.
Baginya hidup adalah ketulusan dan pengabdian, tanpa berharap pujian dan
sanjungan.
Dan akhirnya bapaknya Y itu sembuh juga. Waktu terus berjalan....
Suatu saat Y menengok temennya yang sakit di rumah sakit dengan gejala
penyakit yang hampir sama. Saat dokter sedang melakukan pemeriksaan, tiba
- tiba ada bunyi ledakan di bagian sudut rumah sakit...,dokter segera
bergegas dan meninggalkan berkas - berkas di meja pasien..., tanpa sengaja
berkas itu ada yang jatuh tertiup angin dan Y memungutnya. Di salah satu
berkas itu tertulis nama X yang pernah mendonorkan organ apa untuk siapa.
Berlinanglah air mata Y. Betapa orang yang selama ini sering ia hina,
bahkan pernah dihardik dan diusirnya adalah orang yang telah mengorbankan
hidupnya untuk kesehatan dan senyum bahagia keluarganya. Dan lebih
terperangah lagi ketika mengetahui bahwa
bapaknyapun sempat disumbang
organ juga dari dirinya.
Puncak ke-ego-an dan kesombongan Y luruh, hancur...oleh budi baik dan
ketulusan X. Ia lari pulang ke rumah di tengah guyuran hujan, petir dan
halilintar saling bersahutan...,seolah memahami gejolak rasa salah atas
sikap Y terhadap X selama ini.
Ketika sampai di rumah Y lebih kaget lagi karena ibunya jatuh sakit dengan
gejala yang sama.
Lalu di sudut waktu yang lain, X ingin berjumpa yang terakhir kali dengan
Y. Hanya sekedar melihat wajahnya barang sesaat...,karena sebentar lagi
dia akan mendonorkan oragan yang lain buat temennya Y yang sedang
terbaring di rumah sakit. X ingin datang ke rumah Y bukan untuk
memberitahukan kebaikannya tetapi sekedar meminta maaf jika sikapnya
selama ini pernah membuatnya marah dan malu. Itu adalah rasa bersalah
terbesar bagi X, bahwa ia pernah membuat orang yang sangat disayanginya
meneteskan air mata
malu.
Ketika sampai di gerbang rumah Y, di atas guyuran hujan yang sangat lebat,
curah hujan terbesar yang menimba bandung saat itu, langkah X terhenti
karena ragu - ragu tuk memijat bel. Lalu tiba - tiba ada mobil Mewah yang
akan masuk ke rumah itu juga. Ternyata mobil itu adalah mobil yang
ditumpangi oleh ayah Y. Ketika ayah Y melihat tampan X yang termanggu di
gerbang, kembali amarahnya memuncak dan mengusir X. Sempat X dipanggil ke
teras rumah hanya untuk dihardik...,dicaci maki, diludahi...bahkan
ditampar....,lelehan darah tampak keluar disudut bibir X.
Y melihat kejadian itu di jendela kamarnya. Y berlari dan berteriak...
Y merengkuh kaki X, dan berkata di tengah isak tangis :
Y : "Ayah...,hentikan ayah. Cukup sudah...,kenapa ayah berlaku kejam
seperti ini. Dia yang telah persembahkan senyum kembali keluarga ini.
Apa ayah tahu...,dialah yang telah menyumbangkan harta tak ternilai
untukku juga untuk
ayah. dalam tubuhku dan tubuh ayah ada organ tubuhnya,
sementara kita membalasnya dengan hardikan, cacian, dan hinaan..., Dia
adalah bagian hidupku kini. Dan aku tak mau dipisahkan dengannya. Kini aku
baru mengerti, apa itu cinta dan KAPAN CINTA PANTAS DIKATAKAN....
Ayah : " Nak..,apa benar yang kau katakan...? X apa benar kau yang telah
mengajarkan ketulusan pada keluarga kami? Sungguh batapa mulianya dirimu.
kau telah memberi yang sangat berharga tanpa harap tuk diketahui. Dan
ketahuilah nak, ketika ayah tahu kau sembuh karena ada yang memberikan
budi kebaikan, bahwa ayah bertekad untuk mengangkatnya jadi mantu....Apa
kau setuju..???"
Tiba - tiba hujan yang mengguyur terhenti, kabut gelap tersibak angin
menjadi cerah. Ternyata alam sangat memahami bahasa hati. Mereka semua
berangkulan...,derai air mata bahagia menjadi pemandangan terindah dalam
hidup mereka. dan akhirnya merekapun nikan dan berbahagia
sekali.
Itulah akhir cinta bahagia yang diraih oleh kakak kelasku waktu di
kost-an. Ternyata untuk meraih cinta dan bahagia itu memang tidak mudah.
Harus ada unsur kegigihan, kesungguhan, pengorbanan, perhatian dan
ketulusan.
Semoga cerita ini memberi sisi manfaat bagi kehidupan, jika kita
melihatnya dari sisi yang positif untuk membangun jati diri yang tangguh
dan memiliki cita - cita serta dedikasi dan pengabdian.
15 Januari 2009
cobain terapi nyokk
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 0 buahTERAPI...
Our noses have left and right nostrils. Are these nostrils having the same function for inhaling (breathe in) and exhaling (breathe out)? Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan, apakah fungsinya sama untuk menghirup dan membuang nafas?
Actually it's not the same and we can feel the difference. Accordingly, the right side represents the sun and the left side represents the moon. Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya; sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan ( mengeluarkan dingin).
When having headache, try to close your right nostril and use your left nostril to do breathing for about 5 min. The headache will be gone. Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.
If you feel too tired, do it the opposite way. Close your left nostril and breathe through your right nostril. After a while, you will feel refresh again. Jika Anda merasa lelah, lakukan sebaliknya. Tutup lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.
Because the right side belongs to heat, so it gets hot easily. The left side gets cold easily. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, Lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin..
Women breathe mainly with their left nostril, so they get calm down easily. Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin.
Men breathe mostly with their right nostril, so they get angry easily. Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah.
When we wake up, do we notice which nostril breathes faster? Is it the left side or the right side?
Apakah Anda ada memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat ? Sebelah kiri atau kanan ?
If the left nostril breathes faster, you will feel very tired. Close your left nostril and use your right nostril for breathing and you will get refresh quickly. Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat. You can teach your kids about it..
The effect of breathing therapy is much better for adults. Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.
I used to have painful headache. When consulted a doctor, he told me jokingly," You will be all right if you get married!" The doctor did not bullshit me as he had his theory and supported with testimony. Saya biasanya merasakan sakit kepala, dan rasanya nyeri. Kemudian saya berobat ke dokter dan beliau mengatakan ,"Anda akan sembuh jika berumah tangga!" Dokter itu tidak bicara omong kosong. Apa yang dia sampaikan didukung dengan teori dan kesaksian.
During that time, I used to have headache every night and I was not able to study. I took medicine but I was not cured. Pada saat itu, setiap malam saya merasakan sakit kepala dan tidak dapat belajar. Saya makan obat, tetapi tidak dapat sembuh..
One night as I sat down to medidate, I closed my right nostril and breathed with my left nostril. In less than a week, it seemed that my headache problem had left me! I continued doing it for about a month and since then there was no recurrence of headache in me. Pada suatu malam. saya duduk bersemedi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak kambuh lagi.
This is my own experience. I used to tell others who also suffer headache to try this method as it was effective for me. It also works for those who have tried as well. This is a natural therapy, unlike taking medicines for a long time may have side effect.
So, why don't you try it out? Ini adalah yang saya alami sendiri. Saya beritahukan kepada orang lain, jika sakit kepala, boleh mencoba cara tersebut, sebab sangat efektif buat saya. Banyak orang pun telah mencoba dan berhasil. Ini adalah terapi alami, tidak seperti memakan obat dalam jangka panjang akan ada efek sampingnya. Jadi kenapa Anda tidak mencobanya ?
Practice the correct ways of breathing (breathe in and breathe out) and your body will be in a very relaxing condition. Selalulah mecoba terapi perrnafasan ini, tubuh Anda akan merasa sangat tenang sekali (rileks)
nb. dr milis sebelah
31 Desember 2008
dpengujung tahun 2008
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 0 buah
Alhamdulillah, puji Syukur kehadirat Allah SWT, sampai saat ini diriq masih diberi kesempatan hidup u/ berbuat yang lebih baik lagi..
ehmm, selama thn 2008 byk kenangan yg begitu byk yg tdk bs aq lupakan, kenangan terindah sepanjang seumur hidupq
begitu banyak harapan & cita2 yg daku panjatkan kepada Allah & alhamdulillah satu persatu do'a itu tlah dikabulkanNya, dr aq mempunyai seorg pacar yg begitu baik, pengertian & selalu bs mengajak diri ini tertawa, makasih ya kamu dah bikin hari2q ceria

& u/semua tmn2 flexter dimana pun berada, makasih jg telah menjadi sahabat / teman terbaik & mau berbagi cerita dgn aq..
24 Desember 2008
kata-kata
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 0 buahMungkinkah dusta jangan terpedaya
Lembut lidah mengukir kata dan janji
Menyimpul maksud hati yang tersembunyi
Hati-hati mentafsir kata bicara
Pastikan dengan nyata ketulusannya
Dalam manis kata ada racun bisa
Perlu berwaspada
Kata-kata hikmah bagai mutiara
Jadi panduan hidup manusia
Kerna pulut santan pula yang binasa
Kerana mulut badan kan sengsara
Lembut lidah mengukir kata dan janji
Menyimpul maksud hati yang tersembunyi
Hati-hati mentafsir kata bicara
Pastikan di mana kebenarannya
Dalam manis kata ada racun bisa
Jangan terpedaya
Kata-kata hikmah bagai mutiara
Jadi panduan hidup manusia
Kerna pulut santan pula yang binasa
Kerana mulut badan kan sengsara
Awas lidah tika mengukir kata
Mungkinkah dusta perlu berwaspada
Indah kata bukan pada ucapannya
Tetapi pada benar tujuannya
Tepat tindakkannya
Yang indah bahasa
Yang cantik pekerti yang mulia
Dalam manis kata ada racun bisa
Jangan terpedaya
Kata-kata indah di bibir mesra
Mungkinkah dusta jangan terpedaya
Indah kata bukan pada ucapannya
Tetapi pada benar tujuannya
Kata-kata hikmah bagai mutiara
Jadi panduan hidup manusia
Kerna pulut santan pula yang binasa
Kerana mulut badan kan sengsara
Awas tutur kata
By:
Album : Cinta dan Harapan
Munsyid : Firdaus
http://liriknasyid.com
22 Desember 2008
i love y0u mOm
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 4 buah
penuh debu dan usang
ku pandangi semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda
pikirkupun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang
tentang riwayatku
kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu dtimang
nada nada yang indah
slalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
takkan jadi deritanya
tangan halus dan suci
tlah mengangkat diri ini
jiwa raga dan seluruh hidup
rela dia berikan
oh bunda ada dan tiada
dirimu kan slalu ada di dalam
hatiku
18 Desember 2008
>> belajar bersyukur <<
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 2 buahAKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
Kata-kata diatas merupakan wujud syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.
Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Kedua:
Yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu". Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini.
Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu."
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu".
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.
Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga".
Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.
Sumber : Milis Motivasi
17 Desember 2008
j0ni Oh jOni
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 1 buah
Si kecil Joni diperintahkan Papa pergi ke kamarnya dan segera
tidur.
Lima menit kemudian
Joni: "Pa..."
Papa: "Ada apa?"
Joni: "Joni haus Pa. Bawain air dong"
Papa: "Tidak. Jangan pakai alasan itu. Ayo tidur! Matiin
lampunya"
Lima menit kemudian
Joni: "Pa.....!"
Papa: "ADA APA LAGI!"
Joni: "Joni HAUS. Aku boleh minum ya"
Papa: "Kan Papa sudah bikang tidak! Kalau kamu ngomong
lagi,Papa akan pukul Pantatmu!"
Lima menit kemudian
Joni: "Paaaaa..... "
Papa: "APA!!!!!!!"
Joni: "Kalo papa kemari mau mukul pantat Joni, sekalian
bawain airnya ya Pa"
________________________________
Mama: "Joni, sini!"
Joni: "Ada apa Ma?"
Mama" "Kamu benar-benar bikin Mama kecewa. Nilaimu kok
makin jelek aja!"
Joni: "Tapi Ma, penerimaan Rapor kan baru besok"
Mama: "Mama tau. Tapi Mama besok mau belanja ke Singapore,
jadi sekarang aja Mama marahin kamu!"
________________________________
Papa: "Joni! Kenapa nilai matematikamu jelek?"
Joni: "Abisnya Pa, Senin kemaren guru bilang 3+5 = 8"
Papa: "Lantas kenapa?"
Joni: "Hari Selasa bu guru bilang 4 + 4 = 8. Hari Rabu dia
bilang 6 + 2 = 8. Kalo bu guru ngomongnya beda-beda begitu,
gimana Joni tau mana yang benar?"
________________________________
Guru: "Joni, berapa tahun umur ayahmu?"
Joni: "Sama dengan umur saya Bu Guru"
Guru" "Kok bisa sama?"
Joni: "Dia kan baru jadi ayah sejak saya lahir bu guru"
________________________________
Guru: "Joni, kenapa isi karanganmu yang berjudul "Anjingku"
sama persis dengan isi karangan kakakmu? Kamu nyontek ya!"
Joni: "Nggak Bu. Anjingnya yang sama"
________________________________
Papa: "Gurumu bilang kamu ini nggak bisa diajari apapun!"
Joni: "Itu makanya Joni bilang dia nggak berguna Pa!"
________________________________
Guru: "Kamu lahir di mana?"
Joni: "Di Kalimantan Pak"
Guru: "Bagian mana?"
Joni: "Seluruh bagian badan saya Pak"
________________________________
Guru: "Kenapa rambutmu nggak di sisir?"
Joni: "Nggak punya sisir bu"
Guru: "Kan bisa kamu pakai punya ayahmu"
Joni: "Ayah nggak punya rambut Bu"
__._,_.___
.
12 Desember 2008
ketawa yuKK
Ditulis oleh indah dan telah dikomentari sebanyak 1 buah
Smary Saklitinov
Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya.
Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru
lalu memanggil muridnya.
Guru: "Smary Saklitinov, coba kemari!"
Murid: "Ya bu, saya."
Guru: "Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?"
Murid: "Nggak bu!"
Guru: "Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?"
Murid: "Oo...itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono
dan ibu saya (Mary)anti.
Guru: "Mmmm...lalu Saklitinov?"
Murid: "Sabtu Kliwon Tiga November."
225 M
Dua orang murid sedang berjalan-jalan di sebuah museum. Lalu mereka
melihat sebuah mumi. Dibawahnya bertuliskan 225 M..
Murid 1 : "225 M itu maksudnya apa ya?
Murid 2 : "Mungkin itu nomor mobil yang menabraknya dulu."
Absen Kelas
Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas...
Guru: "Nana Mariani!"
Nana: "Saya, Bu!"
Guru: "David Hutagalung!"
David: "Saya, Bu!"
Guru: "Tono Surtono M!"
Tono: "Saya, Bu!"
Guru: "Tono, tolong sini sebentar..."
Tono: "Kenapa, Bu Guru?"
Guru: "Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake
Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?"
Tono: "Iya, Bu!"
Guru: "Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?"
Tono: "Martono, Bu!"
Tukang daging
Suatu pagi lewatlah seorang penjual daging..
"Dageeeng! Dageeeeennngg! !!" teriaknya.
Seorang ibu rumah tangga yang sedang sakit gigi sewot banget mendengar
teriakan si tukang daging.
Ibu: "Hei tukang daging! Lu kagak punya otak ya....!!!??? "
Tukang daging : "Wah kebetulan gak punya, Bu. Hari ini daging semua..."
Pelayan toko
Di sebuah toko bahan bangunan :
Pembeli : Tolong dong pakunya 1 Kg.
Pelayan : Dibungkus ya...?
Pembeli : enggak, makan di sini aja (dengan muka kesal) Pelayan : $*%$
BERNYANYI
Seorang dokter kaget ketika masuk halaman belakang sebuah rumah sakit
jiwa, karena dia mendengar ada orang bernyanyi.
Setelah dia cari ternyata suara seorang pasien rumah sakit jiwa tersebut.
Cuma anehnya, si pasien menyanyikannya dengan tidur telentang.
Dengan heran sang dokter terus mengamati pasien tersebut. Dia
berpikir, sepertinya si pasien sudah sembuh.
Lebih kaget lagi, kemudian pasien tersebut tengkurap dan menyanyikan
lagu yang lain.
Karena penasaran, dokter menghampiri sang pasien dan bertanya, "Hai,
mengapa kamu tadi menyanyi dengan tidur telentang dan sekarang
tengkurap?"
Dengan kalem si pasien menjawab, "Ya Dok, karena tadi side A, sekarang side B."
ANJING PINTAR
Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya
saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.
Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh.. Tiap pagi ia nungguin
tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil
korannya dan membawanya
ke tempat gua sarapan."
Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
Perempuan 1: (kaget) "Darimana lu tahu?"
Perempuan 2: "Anjing gua yang cerita."

Subcribe RSS of this blog




